Saat hendak memilih paket umroh, salah satu hal yang akan dipertimbangkan calon jamaah adalah durasi perjalanan. Beberapa diantaranya mungkin lebih tertarik dengan umroh yang dilaksanakan dengan durasi panjang seperti 18 hari atau 1 bulan full. Namun, tidak sedikit juga yang lebih memilih paket umroh 12 hari.


Alasannya bermacam-macam, mulai dari terbatasnya waktu yang dimiliki hingga masalah biaya yang membuat jamaah lebih memilih paket umroh ekonomis. Meski begitu, dalam waktu 12 hari, jamaah sudah memiliki waktu yang sangat cukup untuk melaksanakan rangkaian ibadah wajib dan sunnah, termasuk ziarah di Mekkah dan wisata religi ke beberapa destinasi.


Nah, untuk membuat jamaah merasa puas dengan paket umroh 12 hari yang dipilihnya, Anda perlu menyusun itinerary secara tepat. 


Tips Menyusun Itinerary Paket Umroh 12 Hari


Durasi waktu yang telah ditentukan sejak awal membuat Anda harus berpikir bijak dalam menentukan itinerary. Jangan terlalu padat, tetapi juga tidak terlalu longgar. 


Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk membuat itinerary yang menarik dan nyaman bagi seluruh jamaah umroh.


1. Tentukan Konsep Paket Sejak Awal

Menentukan konsep paket umroh, Sumber: pexels.com


Sebelum membuat itinerary harian, Anda perlu menentukan konsep paket terlebih dahulu. Apakah paket umroh 12 hari ini sebagai gambaran paket umroh premium yang memprioritaskan perjalanan ibadah, paket umroh pasangan, lansia, atau untuk jamaah yang ingin mendapatkan pengalaman perjalanan lengkap?


Ketika Anda sudah menentukan konsep paket, maka target pasar pun dapat disesuaikan dan susunan itinerary akan lebih mudah dibuat. 


Misalnya, konsep paket umroh ini menargetkan jamaah umum yang menginginkan perjalanan ibadah dengan wisata religi sebagai selingannya. Maka, Anda bisa memaksimalkan waktu di Tanah Suci untuk beribadah. Kemudian, sisakan beberapa waktu untuk melakukan perjalanan ke sejumlah destinasi yang lokasinya tidak jauh dari tempat ibadah atau rute perjalanan utama.


2. Berikan Porsi Waktu yang Cukup untuk Beribadah


Tentu, tujuan utama setiap jamaah umroh yang datang ke Tanah Suci adalah untuk menjalankan ibadah dan quality time dengan Allah SWT. Maka dari itu, prioritaskan waktu yang ada untuk rangkaian ibadah yang diharapkan jamaah.


Beri waktu yang cukup longgar untuk setiap jamaah melakukan ibadah secara maksimal. Hindari membuat jadwal tambahan di waktu-waktu ibadah utama. 


Dengan begitu, jamaah memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan ibadah secara mandiri. Itinerary yang memprioritaskan ibadah seperti ini akan menjadi nilai tambah tersendiri.


3. Tetap Beri Waktu Istirahat Cukup


Sebagai penyelenggara haji dan umroh, kita tidak bisa memastikan jamaah yang tergabung dalam rombongan adalah jamaah muda semua. Bahkan, mungkin mayoritas jamaah adalah lansia. Oleh sebab itu, waktu istirahat yang cukup sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan seluruh jamaah hingga kembali ke Indonesia.


Waktu istirahat panjang bisa diberikan beberapa kali dalam satu hari, terutama saat malam. Nantinya, pada waktu tersebut jamaah bisa memilih untuk istirahat di hotel, melakukan ibadah sunnah di serambi masjid atau aktivitas lain yang diinginkan seperti belanja oleh-oleh.


4. Buat Itinerary yang Realistis


Seperti yang disebutkan di atas, itinerary untuk durasi perjalanan selama 12 hari sebaiknya tidak terlalu padat juga tidak terlalu longgar. Artinya, Anda perlu menyusun itinerary secara realistis, dan tidak terkesan memaksakan.


Anda bisa membagi waktu dalam tiga prioritas, yakni ibadah utama, waktu istirahat atau waktu bebas dan waktu untuk keperluan lain seperti makan dan perjalanan. Masing-masing prioritas waktu tersebut perlu dijadwal secara baik agar jamaah tidak kecapekan, namun tetap menikmati perjalanan yang menyenangkan.


Selain itu, sebaiknya hindari agenda yang kurang diminati mayoritas jamaah. Anda bisa menggantinya dengan agenda yang memiliki tujuan pasti dan bermanfaat bagi seluruh jamaah.


5. Pemilihan Destinasi Tambahan Secara Bijak

Pemilihan destinasi umroh, Sumber: AI


Kenyamanan perjalanan bisa ditentukan salah satunya melalui destinasi tujuan yang dipilih. Ya, ketika waktu yang dimiliki tidak terlalu longgar, maka pemilihan destinasi tambahan sebaiknya tidak terlalu banyak dan memiliki jarak relatif dekat.


Anda bisa memilih destinasi yang rute perjalannya dilalui saat transit atau perjalanan pulang-pergi ke Mekkah atau Madinah. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan akan lebih efisien, dan jamaah tetap bisa merasakan perjalanan yang menyenangkan.


6. Sediakan Fleksibilitas pada Agenda Tertentu


Meskipun sejak awal penyusunan itinerary untuk paket umroh 12 hari sudah harus tersusun secara jelas. Namun, Anda tetap perlu mempersiapkan kemungkinan perubahan jadwal di lapangan.


Hal ini sebagai bentuk antisipasi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan di luar kendali. Misalnya jadwal penerbangan yang tertunda, lalu lintas macet atau kepadatan ibadah di hari-hari tertentu.


Dengan penyusunan agenda yang fleksibel di beberapa kondisi, jamaah tetap bisa melaksanakan ibadah secara khusuk dan mendapatkan waktu istirahat untuk pemulihan stamina.


Beberapa tips di atas bisa diterapkan untuk menjadikan paket  umroh 12 hari yang Anda sediakan sebagai pilihan menarik bagi jamaah dari berbagai kalangan.


MuslimPergi, Bantu Manajemen Umroh dengan Lebih Efisien


Di tengah pelaksanaan umroh dengan itinerary yang sudah ditentukan, agen travel umroh tetap perlu melakukan monitoring secara real time. Nah, monitoring jamaah bisa dilakukan dengan lebih mudah melalui MuslimPergi.


Selain dikenal sebagai software manajemen travel umroh, MuslimPergi juga merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh jamaah untuk berbagai keperluan seperti monitoring. Cara penggunaan aplikasi pun sangat mudah dengan fitur yang berlimpah.


Penggunaan aplikasi ini bukan hanya akan memudahkan Anda dalam melakukan manajemen bisnis travel umroh, tetapi juga membantu jamaah untuk mendapatkan berbagai informasi penting secara cepat dan akurat.